Pendahuluan : Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen dan cakupan ilmu perilaku konsumen




Pengertian perilaku konsumen

Definisi perilaku konsumen menurut Schiffman dan Kanu (2000), adalah suatu proses yang dilalui seseorang dalam mencari, membeli, dan menggunakan barang atau jasa yang diharapkan bisa memenuhi segala kebutuhannya. Maka dapat dikatakan bahwa perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana membuat keputusan baik secara individu maupun di dalam organisasi. Perilaku konsumen adalah aktivitas dan proses seseorang yang berhubungan dengan pencarian, pembelian, pemilihan, penggunaan produk dan jasa guna untuk memenuhi tingkat kebutuhan akan sebuah barang/produk tersebut. Perilaku konsumen merupakan hal yang mendasari seorang konsumen untuk membuat sebuah keputusan untuk melakukan pembelian suatu produk. Semakin tinggi tingkat kepuasan yang mampu diberikan sebuah barang kepada konsumen, maka semakin tinggi pula tingkat permintaan konsumen terhadap barang tersebut, dan begitu juga sebaliknya. Sehingga ilmu perilaku konsumen sangat dibutuhkan guna untuk mengidentifikasi setiap kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut, sehingga pemasar mampu mengimplementasikan strategi pemasaran yang tepat untuk setiap karakteristik konsumen yang menjadi target pasar.

Teori perilaku konsumen dibedakan dalam dua macam pendekatan, yaitu :
  • Pendekatan Nilai Guna (Utiliti) Kardinal >> Kepuasan dan kenikmatan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat dinyatakan secara kuantitatif, sehingga konsumen berusaha untuk memaksimumkan kepuasannya.
  • Pendekatan Nilai Guna (Utiliti) Ordinal >> Kepuasan yang diperoleh konsumen dari kegiatan mengkonsumsi barang tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif, sehingga perilaku konsumen dalam memilih barang yang akan memaksimumkan kepuasannya dapat ditunjukkan dalam kurva kepuasan sama (Indefferent Curve)
Perilaku konsumen adalah suatu proses yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu :
  1. Tahap perolehan (acquisition) : konsumen mencari (searching) melalui informasi yang tersedia dan membeli (purchasing) barang atau jasa yang sudah konsumen putuskan setelah mengetahui dari informasi sebelumnya.
  2. Tahap konsumsi (consumtion) : menggunakan (using) barang atau jasa yang sudah didapatkan sebaik mungkin dan mengevaluasikan (evaluating) barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan konsumen atau organisasi tersebut.
  3. Tahap tindakan pasca-beli (disposition) : melakukan keputusan untuk bertindak segera melakukan pemakaian terhadap barang atau jasa yang sudah dibelinya atau segera untuk mengkonsumsinya secepat mungkin.
Unit-unit pengambil keputusan beli (decision units) menurut Kotler (1991) terdiri dari:
  • Konsumen individu yang membentuk pasar konsumen (consumer market).
  • Konsumen organisasional yang membentuk pasar bisnis (business market).
Empat konsep dasar perilaku konsumen
  1. Kepuasan Total (Total Utility)
    Kepuasan total adalah kepuasan yang dinikmati konsumen dalam mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa tertentu secara keseluruhan.
  2. Kepuasan Marjinal (Marginal Utility)
    Kepuasan marjinal adalah pertambahan kepuasan yang dinikmati dari setiap tambahan unit barang atau jasa yang dikonsumsi.
  3. Kepuasan Total dan Marjinal yang semakin menurun
    Konsumen berusaha menikmati barang yang dimiliki sepuas-puasnya. Setelah kepuasan mengkonsumsi barang berlangsung terus - menerus, sampai titik tertentu akhirnya kepuasan itu akan sampai pada tingkat kejenuhan tertentu. Setelah mencapai tingkat tertentu, kepuasan tersebut akan menurun. Pada saat kepuasan total menurun, maka kepuasan marjinalnya bernilai negatif.
  4. Kepuasan yang SamaSelain konsumen mencari kepuasan akan suatu barang tertentu, konsumen juga mencari kepuasan akan barang dan kebutuhan lainnya. Dapat di pahami karena memang kebutuhan manusia yang begitu beragam. Hanya saja manusia memiliki pendapat terbatas sehingga hanya mampu mengkonsumsi barang dan jasa yang terbatas pula.
Konsumen dan ciri – ciri konsumen

Pengertian Konsumen

Konsumen adalah orang yang menggunakan barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik untuk keperluan pribadi ataupun untuk orang banyak dan tidak untuk diperdagangkan.


Sifat dari perilaku konsumen

  1. Consumen Behaviour Is Dynamic ; Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena adanya proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen dan kelompok konsumen yang selalu berubah setiap saatnya. Sehingga pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat sulit dan menantang. Karena dari itu perusahaan diharuskan melakukan sebuah gebrakan baru atau inovasi baru terhadap produk-produknya secara bertahap guna untuk menarik hati konsumennya.
  2. Consumer Behavior Involves Interactions ; Adanya kegiatan interaksi antara pemikiran, perasan, dan tindakan serta lingkungan. Perusahaan yang semakin dalam memahami keinginan konsumen serta mampu mempengaruhi konsumennya, maka semakin baik perusahaan tersebut dalam memberi kan nilai serta kepuasan bagi konsumennya.
  3. Consumer Behavior Involves Exchange ; Perilaku konsumen yang melibatkan adanya pertukaran antara manusia satu dengan manusia yang lainnya. Dengan kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu juga sebagai penggantinya.
Ciri – ciri konsumen sebagai berikut :
  1. Personal Consumer : Menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kepuasan pribadi konsumen  itu sendiri.
  2. Organizational Consumer : Konsumen yang membeli dan menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kepuasan akan kebutuhan organisasinya sendiri.
  3. Production concept : Umumnya seorang konsumen menyukai produk-produk yang harganya murah. Dan mudah diketahui bahwa objek pemasaran tersebut tidak lepas dari harga murah, produk yang efisien, serta distribusi yang insentif.
  4. Product concept : Konsumen akan membeli produk yang ditawarkan dengan memiliki kualitas tinggi, tampilan yang baik, serta memiliki fitur-fitur yang lengkap dan canggih.
  5. Selling concept : Marketer memiliki tujuan utama yaitu menjual barang atau jasa yang diputuskan secara sepihak untuk diproduksi.
  6. Marketing concept : Sebelum menghasilkan sebuah produk perusahaan melakukan sebuah kegiatan riset atau penelitian untuk mengetahui keinginan dan karakteristik konsumennya. Dengan hasil riset yang sudah diketahui maka perusahaan kemudian melakukan kegiatan memproduksi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
  7. Market segmentation : Proses mengkelompokakan bagian-bagian pasar yang berperilaku sama dari keseluruhan perilaku pasar yang beragam untuk memperoleh bagian pasar yang berkarakteristik dan perilaku yang lebih seragam.
  8. Market targeting : Memilih satu atau lebih segmen yang mengidentifikasikan perusahaan untuk menentukan.
  9. Positioning : Mengembangkan sebuah pemikiran konsumen akan suatu produk atau jasa yang berbeda.
Menyediakan nilai pelanggan didefinisikan sebagai rasio antara keuntungan yang dirasakan sumber-sumber (ekonomi, fungsional dan psikologi) digunakan untuk menghasilkan keuntungan-keuntungan tersebut. Keuntungan yang telah dirasakan berupa relative dan subjektif.
Kepuasan pelanggan adalah pendapat suatu individu akan sebuah kinerja produk atau jasa dalam hubungannya dengan harapan-harapan.

Menjelaskan kekuatan utama yang dapat mempertajam penelitian tentang konsumen
  • Membantu konsumen untuk lebih mengetahui apa yang mereka inginkan, serta membantu segala kebutuhan untuk kepuasan konsumen tersebut dengan cara memberikan fasilitas yang dapat membantu mereka menyampaikan segala keinginan mereka,  untuk mengetahui  keinginan, kebutuhan sekaligus dengan kepuasan konsumen.
  • Implikasi yang banyak disarankan untuk menjadikan pemasaran berhasil adalah kenalilah konsumen anda, berilah apa yang mereka inginkan, gunakan media yang menjadi sasaran dan media baru untuk membantu promosi produk, gunakan non-media seperti melakukan pembagian produk gratis secara langsung di setiap stand-stand toko terdekat, capailah konsumen di toko, tajamkan promosi, bekerja sama dengan pengecer.
  • Selalu berinovasi dan berinovasi produk baru tetapi tidak mengurangi kualitas produk itu sendiri bahkan seharusnya lebih di tingkatkan lagi kualitas produk agar konsumen semakin percaya terhadap apa yang sudah mereka gunakan. Dengan melakukan inovasi produk tanpa mengurangi kualitas produk maka akan sangat mudah menarik konsumen untuk segera membelinya.

Sumber :
Ritonga, M. T, Firdaus, Yoga, Ekonomi Untuk SMA Kelas X. Jakarta: PT Phibeta Aneka Gama, 2007.
Sukirno, Sudono, Teori Pengantar Ekonomi Mikro. Ed. 3. Jakarta: Rajawali Pers, 2009.
Budiarto, Teguh, Dasar Pemasaran. Jakarta: Gunadarma, 1993.

Komentar

Postingan Populer