Sabtu, 24 Desember 2011

ILMU BUDAYA DASAR "2""MUSIK DANGDUT"

Musik Dangdut
Musik dangdut merupakan hasil perpaduan antara musik India dengan musik Melayu, musik ini kemudian berkembang dan menampilkan cirinya yang khas dan berbeda dengan musik aslinya.
Suara permainan gendang yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Selain itu, iramanya ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya. Lagunya pun mudah dicerna, sehingga tidak susah untuk diterima masyarakat.
Musik dangdut banyak dipengaruhi oleh unsur - unsur kebudayaan asing seperti Cina Betawi, India, Arab, Barat dan Melayu. Namun ciri - ciri khusus dari suatu jenis musik tetap dibutuhkan untuk membuktikan identitasnya. 


Sejarah Musik Dangdut Indonesia

Dangdut merupakan salah satu genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari kusik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam perkembangan menuju bentuk kontemporer banyak masuk pengaruh unsur - unsur musik indie, terutama dalam penggunaan alat musik gendang dan Arab pada suara cengkok dan harmonisai musiknya. Perubahan perkembangan musik di Indonesia membuka lebar masuknya musik barat,  dengan penggunaan gitar listrik sangat kental sekali pada musik dangdut.
Dangdut telah dikatakan matang pada tahun 1970-an. Sebagai musik yang populer, dangdut sangat terbuka terhadap musik - musik yang lainnya seperti keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, dan lain sebagainya.
Musik dangdut dipengaruhi oleh unsur musik India dari segi alat musiknya yaitu tabla atau gendang. Untuk cengkok dan harmonisasi lagu merujuk ke musik Arab. Musik dangdut meiliki ciri khas pada setiap alat musik pengiringnya seperti gendang, seruling, dan irama tarian yang gemulai. Musik dangdut didominasi dengan irama tarian yang ditujukan untuk para remaja. Musik dangdut memliki ciri khas dalam setiap membawakannya yaitu cengkok, lirik - liriknya dan melodi yang mendayu-dayu serta setiap cengkok - cengkoknya yang penuh dengan lengkingan pada kalimat terakhir lagunya.
Istilah dangdut muncul pertama kali di ungkapkan oleh (William H. Frederict, 1982) sekitar pada tahun 1973, yang merupakan pembentukkan kata yang menirukan bunyi gendang yaitu dang dan dut.
Pada tahun 1950 lahir berbagai macam musik melayu yang dipengaruhi oleh barat. Pada tahun1960-an musik keroncong dimodernisasikan sehingga nampak terlihat elegan dari bentuk aslinya serta memberikan banyak inspirasi dari luar.
Dengan kondisi ini banyak menjadikan musisi - musisi mulai mengembangkan kemampuannya, seperti seorang penyanyi Jakarta yang bernama Ellya Kadam. Beliau mengembangkan gaya nyanyian pada sebuah orkes melayu dan menciptakan suatu irama dan suara baru dengan menggunakan instrumen musik India, Arab dan gendang Indonesia, suling bambu.

Ellya Kadam dalam menyanyikan dan menyampaikan lagu "Boneka dari India" penuh dengan kedinamisan, keunikan dan penjiwaannya.










Dari Musik Melayu ke Dangdut

Orkes Melayu yang asli menggunakan alat musik seperti gitar, rebana, akordeon, gambus dan seruling. Pada tahun 1950-an dan 1960-an banyak berkembang orkes-orkes Melayu di Jakarta yang memainkan lagu-lagu Melayu. Pada masa ini mulai masuk unsur India dalam musik Melayu.