Sabtu, 08 Juni 2013

B. STRATEGI PEMBANGUNAN KETAHANAN NASIONAL

Pengertian Ketahanan Nasional :
Ketahanan nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa dimana terdiri atas ketangguhan dan ketangkasan serta kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi berbagai macam bentuk tantangan, ancaman, gangguan, dan hambatan baik itu datang dari luar maupun dalam negeri, dengan secara langsung maupun tidak langsung yang dapat mengancam kedamaian dan kesejahteraan bangsa dimana dapat mencederai identitas dan integritas bangsa.
Berikut aspek dalam mewujudkan ketahanan nasional :


1. Aspek Ekonomi

Sistem ekonomi diarahkan menuju kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata
Pembangunan ekonomi merupakan usaha bangsa yang berazazkan kekeluargaan
Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasilnya dengan memperhatikan keserasian antar wilayah


2. Aspek Sosial Budaya


Kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarakat yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, adil, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang selaras dan seimbang serta mampu menyaring budaya asing yang tidak layak ke dalam negara.


3. Aspek Pertahanan dan Keamanan

Memilki semangat perjuangan dalam membentuk perjuangan dalam hati dengan ketangguhan tanpa batas dan tanpa lelah.
Sadar dan peduli akan pengaruh eksternal atau internal yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.


4. Aspek Ilmu Pengetahuan

Mewujudkan tumbuh kembangnya masyarakat yang berbudaya IPTEK
Perbaikan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan


5. Aspek Ideologi

Pengamalan pancasila yang baik secara obyektif dan subyektif
Pancasila sebagai pedoman dan pandangan hidup bangsa NKRI
Pendidikan moral Pancasila


6. Aspek Politik
Politik Dalam Negeri 
1. Mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan spekulasi atau pendapat atau opinion
2. Terjalinnya hubungan komunikasi politik yang timbal balik antara pemerintah dan rakyat
Politik Luar Negeri 
1. Politik luar negeri dikembangkan menurut prioritas guna meningkatkan hubungan persahabatan dan kerjasama antar multilateral bangsa
2. Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatakan kerjasama internasional dalam berbagai bidang
3. Peningkatan kualitas SDM yang perlu dilaksanakan dengan memperbaiki sistem pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan

Ciri – ciri ketahanan nasional :
 
Difokuskan untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa guna menghadapi dan mengatasi tantangan dan hambatan dari luar maupun dalam negeri.
Prasyarat utama bagi negara berkembang
 
Hakikat Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia

Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adal ketangguhan bangsa yang memilki arti kemampuan dalam mengembangkan kekuatan nasional guna menjamin kelangsungan hidup bangsa dalam mencapai tujuan Indonesia
Hakikat Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah penyelenggaraan dan pengaturan kesejahteraan, keseimbangan, keselarasan, dan keamanan dalam seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia
 
Asas – asas Ketahanan Nasional Indonesia

Asas ketuhanan nasional indonesia berlandaskan atas nilai – nilai Pancasila UUD 1945 yang terdiri dari :
1. Asas Kesehjateraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar. jadi, kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam kehidupan nasional.Tanpa kesehteraan dan keamanan maka sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung. Kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada, berdampingan dengan kondisi apapun.

2. Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan persatuaan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras pada seluruh aspek kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara. Ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh, dan terpadu.

3. Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar
a.) Mawas ke Dalam ; Bertujuan menumbuhkan hakikat,sifat dan kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai kemandirian untuk meningkatkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh.
b.) Mawas ke Luar ; Bertujuan untuk mampu mengantisipasi dan berperan serta mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri dan menerima kenyataan adanya interaksi dan ketergangtungan dengan dunia internasional.

4. Asas Kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kerjasama, gotong-royong, tenggang rasa, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
 
Sifat – sifat ketahanan nasional Indonesia :

  • Mandiri, artinya ketahanan nasional bersifat percaya akan kemampuan dan kekuatan yang terletak di dalam diri yang mengandung prinsip pantang mundur dan meyerah yang bertumpukan atas identitas bangsa, integritas bangsa, dan kepribadian bangsa. Dimana kemandirian tersebut untuk menjalin hubungan kerjasama yang saling menguntungkan.
  • Dinamis, artinya ketahanan nasional tidaklah tetap, melainkan dapat meningkat ataupun menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesatu di dunia ini senantiasa berubah. Oleh sebab itu, upaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya di arahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.
  • Manunggal, artinya ketahanan nasional memiliki sifat integratif yang diartikan terwujudnya kesatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras di antara seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
  • Wibawa, artinya ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal dapat mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga dapat menjadi daya tangkal suatu negara. Semakin tinggi daya tangkal suatu negara, semakin besar pula kewibawaannya
  • Konsultasi dan kerjasama, artinya ketahanan nasional Indoneisa tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih pada sifat konsultatif dan kerja sama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.

Ketahanan Nasional di Pulau-Pulau Terluar Indonesia

Belum lepas dari benak kita mengenai peristiwa lepasnya kepulauan Sipadan dan Ligitan dari Indonesia. Dimana negara tetangga itu telah mengambil alih hak kedua pulau terluar tersebut, hal ini diakibatkan dari kurangnya kemauan dan keusahaan pemerintah untuk menjaga dan melindungi kedaulatan pulau – pulau terluar yang memang sudah jelas – jelas berada di Indonesia sehingga menyebabkan terlepasnya kedua pulau tersebut ke tangan orang asing. Sungguh disayangkan begitu memprihatinkan kondisi kepemerintahan ini sehingga banyak pulau – pulau terluar sampai jatuh ke tangan negara tetangga karena kepekaan terhadap warganya begitu minus.
Jumlah keseluruhan pulau di Indonesia dipastikan ± 17.506 yang diantaranya 92 pulau – pulau terluar. Dimana mata pencaharian sebagian masyarakat di wilayah terluar tersebut adalah nelayan dan mereka ini sangat tergantung akan kekayaan SDA di sekitar terutama wilayah perairan atau laut. Rata – rata sebagian besar penduduk asli adalah para transmigran dari beberapa daerah. Hal tersebut terjadi dikarenakan minimnya infrastruktur yang ada di pulau – pulau terluar.
Kebutuhan akan BBM berupa solar adalah suatu hal yang wajib dipenuhi, apabila terjadi kelangkaan BBM berarti nelayan di pulau – pulau terluar tersebut pun tidak bisa menangkap ikan dan mengakibatkan adanya pengangguran dan kemiskinan.
Kondisi pereokonomian masyarakat di daerah tersebut dapat kita maklumi karena sebagian besar penduduk menangkap ikan masih dengan alat – alat tradisional seadanya karena tidak banyak kemajuan ekonomi yang terjadi disana.Bahkan di beberapa daerah, rumah tinggal pun dibangun di atas air laut sebagai tambatan kapal untuk memastikan sampan dan kapal tidak hanyut ke tengah laut. Memang di beberapa daerah sudah mulai dikembangkan keramba di tengah laut tenang untuk mendapatkan penghasilan tetap melalui panen ikan secara berkala. Namun demikian, secara keseluruhan penduduk pulau – pulau terluar belum memiliki kemampuan ekonomi untuk mengembangkan daerahnya secara mandiri.

Namun pemerintah tidak tinggal diam begitu saja guna meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan di pulau-pulau terluar Indonesia. Berbagai infrastruktur dasar seperti listrik, sekolah, puskesmas, jalan dan pelabuhan sudah banyak tersedia di daerah tersebut. Pemerintah melalui Dana Perimbangan Pusat dan Daerah telah mentransfer sejumlah dana yang cukup besar ke rekening Pemerintah Daerah guna membangun infrastruktur dasar di pulau-pulau terluar tersebut. Dengan komposisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang 70% diantaranya adalah penerimaan perpajakan, dapat dikatakan dana pajak telah digunakan untuk pembangunan pulau-pulau terluar Indonesia.

Dalam APBN 2013, dialokasikan Rp 528,6 triliun dalam bentuk transfer ke daerah dengan tujuan diantaranya meningkatkan perhatian terhadap pembangunan di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan. Untuk mendukung tujuan tersebut, dialokasikan juga berbagai anggaran pendukung, seperti: penanggulangan kemiskinan sebesar Rp 115,5 triliun, layanan kesehatan murah untuk masyarakat sebesar Rp 55,9 triliun, penguatan ketahanan pangan sebesar Rp 63,2 triliun, anggaran pertahanan Negara sebesar Rp 81,8 triiun, serta anggaran keamanan dan ketertiban sebesar Rp 36,5 triliun.

Dengan berbagai alokasi anggaran di atas, diharapkan ketahanan nasional dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara di wilayah pulau-pulau terluar Indonesia dapat terwujud dengan baik. Masyarakat yang memiliki tingkat kemampuan ekonomi yang tinggi diharapkan dapat membangun ketahanan nasional secara mandiri. Sedangkan pertahanan nasional yang kuat akan memberikan perlindungan yang maksimal kepada masyarakat terutama dalam menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus menjamin rasa aman di tengah masyarakat.

Rasanya kita perlu merenungkan kembali ketaatan kita dalam membayar pajak. Saat ini, Direktorat Jenderal Pajak telah menyediakan pelayanan pajak ke seluruh pelosok Indonesia melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP), bahkan hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia melalui Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP). Salah satu KP2KP yang melayani pulau-pulau terluar Indonesia adalah KP2KP Ranai di Pulau Natuna, dimana wilayah kerjanya meliputi Kepulauan Natuna dan Kepulauan Anambas di wilayah provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

Dari masyarakat yang taat pajak, diharapkan tersedia dana yang cukup banyak bagi pemerintah untuk kesejahteraan umum. Pada akhirnya, uang pajak yang kita bayarkan ke Negara akan dikembalikan dalam bentuk fasilitas umum dan penguatan ketahanan nasional. Ketaatan kita dalam memenuhi kewajiban perpajakan kita akan meningkatkan kualitas ketahanan nasional, sekaligus membantu saudara-saudara kita dalam mewujudkan ketahanan nasional di wilayah pulau-pulau terluar Indonesia. Mari bangkit Indonesia!


SUMBER :








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar